Hagia Sophia

14 October 2026

Kompleksnya Penanganan Kanker Langka, Sulit Didiagnosis dan Ditangani

Foto: Getty Images/Devonyu

Penanganan kanker langka (rare cancer) hingga saat ini masih menjadi salah satu tantangan paling kompleks dalam dunia medis global. Riset di Amerika Serikat mengestimasikan bahwa sekitar 20 persen atau satu dari lima diagnosis kanker tergolong sebagai jenis kanker langka, mulai dari keganasan hematologi (seperti limfoma), sarkoma, tumor neuroendokrin (NET), kanker kulit yang jarang ditemui, hingga tumor otak.

Meskipun secara akumulatif jumlah pasien cukup besar, kelangkaan kasus per jenis kanker sering kali menyebabkan keterlambatan diagnosis, ketidakpastian protokol terapi, hingga terbatasnya akses masyarakat terhadap keahlian spesialis yang tepat.

Sebuah studi sistematis yang diterbitkan dalam jurnal Pathology (Februari 2026) mengungkapkan bahwa tinjauan pendapat kedua (second opinion) dari dokter ahli menemukan perbedaan signifikan pada diagnosis awal di lebih dari 20 persen kasus sarkoma yang ditinjau. Perbedaan penentuan subtipe tumor tersebut berdampak langsung terhadap ketepatan penanganan klinis serta prognosis keselamatan pasien.

Senior Consultant Medical Oncologist di OncoCare, dr Kevin Tay, menjelaskan bahwa tingkat kesulitan tinggi pada kanker langka membuat pasien membutuhkan pendekatan medis berbasis pengalaman kolektif para spesialis.

"Kanker langka termasuk jenis kanker yang paling menantang untuk didiagnosis dan ditangani. Pasien kerap merasa cemas dan sendiri saat menghadapi kondisi medis yang jarang ditemui banyak orang," tutur dia.

Setiap jenis kanker dapat membutuhkan pendekatan diagnosis dan terapi yang berbeda. Karena itu, mengenali karakteristik penyakit dan memperoleh penilaian dari dokter yang berpengalaman menangani jenis kanker terkait dapat menjadi bagian penting dalam menentukan langkah selanjutnya.

Pasien juga dapat mempertimbangkan pendapat kedua dari dokter spesialis, terutama ketika diagnosis masih belum pasti atau pilihan pengobatan membutuhkan evaluasi lebih lanjut. Namun, kebutuhan tersebut tetap perlu disesuaikan dengan kondisi klinis dan rekomendasi dokter yang menangani pasien.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Sulit Didiagnosis dan Ditangani, Onkolog Soroti Kompleksnya Penanganan Kanker Langka"