![]() |
| Ilustrasi. (Foto: Getty Images/iStockphoto/bymuratdeniz) |
Luka kronis akibat diabetes atau ulkus diabetikum menjadi salah satu komplikasi kesehatan paling rumit di dunia. Menginfeksi lebih dari 131 juta orang secara global, kondisi ini menelan biaya perawatan medis fantastis serta membawa risiko serius mulai dari amputasi hingga kematian.
Diberitakan Science Daily, melalui peninjauan ilmiah komprehensif yang dipimpin oleh Yi Ru dan rekan-rekan peneliti, ilmuwan akhirnya berhasil mengidentifikasi penyebab utama mengapa luka diabetes sangat sulit membaik, yakni adanya malfungsi pada sel-sel kekebalan tubuh (imun).
Penemuan ini membuka pintu bagi pengembangan terapi medis baru yang mampu merangsang kembali proses penyembuhan alami tubuh secara presisi.
Peran Sel Imun dan Terjebaknya Peradangan di Luka Diabetes
Dalam kondisi tubuh normal, sel monosit dan makrofag akan bekerja secara bertahap saat terjadi luka. Makrofag yang awalnya berada pada fase peradangan (M1) akan beralih menjadi fase pemulihan jaringan (M2) sehingga peradangan mereda dan jaringan kulit baru mulai terbentuk.
Namun, pada pasien diabetes, transisi alami ini mengalami kerusakan total.
- Makrofag Terjebak Fase Inflamasi: Makrofag terus-menerus berada di kondisi peradangan (M1) dan gagal beralih ke fase pemulihan (M2).
- Kerusakan Jaringan Berlanjut: Kerusakan sel neutrofil dan sel mast yang tidak terkontrol terus melepaskan zat merusak yang memperpanjang infeksi kronis.
- Pembersihan Sel Mati Terhambat: Sel dendritik gagal membersihkan bangkai sel (cellular debris), sehingga akumulasi sel mati terus memicu sinyal peradangan.
- Penurunan Fungsi Sel T: Sel T regulator dan sel T khusus di kulit (γδ T cells) mengalami penurunan jumlah serta fungsi, sehingga perbaikan dinding kulit terhenti.
- Harapan Baru Terapi Medis: Meretas Ulang Sistem Imun
Pemahaman mendalam mengenai perilaku sel imun ini mendorong para ilmuwan merancang serangkaian inovasi pengobatan modern untuk mempercepat pemulihan luka diabetes:
- Obat Pemicu Makrofag M2: Penggunaan obat-obatan khusus dan terapi sel punca (mesenchymal stem cells) yang terbukti klinis mampu mengubah sifat makrofag dari fase merusak menjadi fase penyembuhan.
- Pembalut Pintar (Smart Dressings): Penggunaan bahan biomaterial canggih yang menghantarkan zat pengatur imun langsung ke titik pusat luka.
- Teknologi Janus Liposozyme & Superagonis IL-15: Pendekatan molekuler baru untuk menyeimbangkan reaksi kimia tubuh serta merangsang pertumbuhan sel kulit baru secara aktif.
Para peneliti menekankan bahwa kunci keberhasilan pengobatan ini sangat bergantung pada faktor waktu penanganan. Terapi medis harus disesuaikan secara personal berdasarkan tahapan fase luka yang sedang dialami pasien.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Bongkar Penyebab Luka Diabetes Sulit Sembuh dan Pengobatannya"
