Hagia Sophia

04 October 2026

Meski Kecil Peluang Cocoknya, Istri Rela Donor Ginjal Buat Suami

Foto: Getty Images/Nadzeya Haroshka

Sebuah kisah mengharukan datang dari Guangzhou, China. Seorang wanita muda berusia 25 tahun bernama Liang rela mendonorkan satu ginjalnya demi menyelamatkan nyawa sang suami, Chung (33).

Diketahui, Chung mengidap uremia parah akibat kelainan ginjal bawaan.

Keputusan tersebut diambil Liang karena ia mengaku tidak sanggup jika harus kehilangan belahan jiwanya. Padahal, secara medis, tingkat kecocokan organ antara donor dan penerima yang tidak memiliki hubungan darah (non-blood relatives) biasanya sangat kecil, yakni kurang dari 10 persen.

Menanti Golongan Darah Langka

Chung diketahui mengidap congenital megaureter atau pembesaran saluran kemih sejak lahir. Kondisinya kian memburuk hingga berkembang menjadi uremia sejak empat tahun lalu.

Meski tahu Chung mengidap penyakit kronis, Liang tetap memilih menikah dengannya pada awal tahun lalu hingga dikaruniai seorang anak.

Selama tiga tahun, Chung terdaftar dalam antrean penerima donor organ. Namun, karena memiliki golongan darah O negatif yang sangat langka, dokter memperkirakan ia harus menunggu dua hingga tujuh tahun lagi untuk mendapatkan donor yang cocok.

Sayangnya, kondisi fisik Chung terus menurun hingga sempat dilarikan ke rumah sakit akibat gagal jantung akut. Tak ingin tinggal diam melihat nyawa suaminya terancam, Liang memberanikan diri menjalani tes untuk menjadi donor.

"Saya merasa seperti akan kehilangan dia. Dia mungkin tidak punya cukup waktu jika harus terus menunggu," ungkap Liang, dikutip dari South China Morning Post.

Keajaiban Medis dan Hasil yang Mujarab

Keajaiban pun terjadi. Berdasarkan hasil pemeriksaan di Third Affiliated Hospital of Guangzhou Medical University, keduanya ternyata dinyatakan cocok.

Liang tidak hanya memiliki golongan darah O negatif yang sama. Dari hasil tes sitotoksisitasnya juga menunjukkan negatif, menandakan tidak ada antibodi yang akan memicu penolakan organ.

Dokter spesialis transplantasi organ di rumah sakit tersebut, Dr Zhao Jiqiang, menyebut pasangan ini sangat beruntung. Menurutnya, tingkat keberhasilan transplantasi organ dari orang yang tidak memiliki hubungan darah umumnya hanya berkisar 5 hingga 10 persen.

Operasi pun berjalan sukses. Ginjal donor dari Liang dapat berfungsi dengan sangat baik di tubuh Chung, hingga sang suami akhirnya diperbolehkan pulang usai menjalani pemulihan.

10 Kali Lebih Sakit dari Melahirkan

Bagi Liang, proses operasi transplantasi organ yang dijalaninya bukanlah hal yang mudah. Ia bahkan menggambarkan rasa sakit sesudah operasi jauh melebihi proses persalinan.

"Pengalaman operasinya rasa sakitnya 10 kali lipat dari melahirkan anak," kata Liang.

Meski begitu, ia mengaku tidak pernah menyesali keputusannya. Bagi Liang yang tumbuh tanpa kasih sayang orang tua dan dibesarkan oleh neneknya, Chung adalah sosok yang memberikan kehangatan keluarga yang selama ini ia idamkan.

"Asalkan suami saya sembuh, semuanya akan baik-baik saja. Kami bukan sekadar pasangan kekasih, tapi keluarga yang akan menghabiskan sisa hidup bersama. Cinta sejati adalah tidak menolak niat baik pasanganmu, melainkan memeluknya dan menjaga tubuhmu sepanjang sisa hidupmu," tutur Liang.

Kini usai pulih, Chung bertekad untuk memperlakukan istrinya dengan jauh lebih baik. Salah satu impian terbesarnya adalah bisa mengajak sang istri tercinta jalan-jalan keliling dunia.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Haru! Istri Rela Donor Ginjal Buat Suami, Peluang Cocok Tak Sampai 10 Persen"