![]() |
| Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/kaipong) |
Berdasarkan World Population Review, Indonesia termasuk ke dalam jajaran negata dengan rata-rata durasi tidur paling rendah. Diketahui, durasi tidur WNI adalah 385 menit atau 6 jam 25 menit.
Ditanya mengenai hal ini, dokter spesialis neurologi, dr Oktaviana Niken, SpN, DAIFIDN, MMRS, FNR, AIFO-K dari Seraphim Medical Center mengatakan bahwa durasi 6 jam ini sebenarnya sudah bisa dikatakan cukup untuk orang dewasa.
"Untuk di atas 18 tahun, menurut penelitian tidur di atas 6 jam itu sudah cukup. Jadi kalau rata-rata tidur 6 jam 25 menit, dengan kualitas tidur yang baik, arsitektur tidur yang baik, itu dirasa sudah cukup," kata dr Niken saat ditemui di Kabupaten Tangerang, Rabu (30/9/2026).
dr Niken menegaskan, durasi 6 jam cukup ini memiliki catatan khusus, yakni sleep architecture yang bagus. Ini adalah pola dasar, struktur, dan urutan siklus tidur yang dialami seseorang setiap malam.
Untuk mendapatkan kualitas tidur yang baik, dr Niken mengatakan bahwa setiap orang bisa melatihnya dengan cara-cara yang dianjurkan pakar.
"Saat kita menyentuh kasur tidak melakukan aktivitas lagi, sudah tidak makan dua jam sebelumnya. Seharusnya dalam 30 menit, kita sudah tertidur," katanya.
"Dan harus dibangun kebiasaan, misalnya membiasakan setiap jam 9 malam itu akan tidur bagi pekerja yang non-shift, berarti jam 08.30 (malam) itu sudah harus naik ke tempat tidur," tutup dia.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Rata-rata Durasi Tidur Warga +62 Sekitar 6 Jam, Memang Cukup? Ini Kata Neurolog"
