Hagia Sophia

03 October 2026

Beda Manfaat 'Quick Nap' dan Olahraga Ringan ke Otak

Foto: Getty Images/akinbostanci

Kurang tidur bukan cuma bikin mata berat. Kemampuan otak untuk berkonsentrasi dan mengingat informasi baru juga bisa ikut terganggu.

Kabar baiknya, sebuah studi menemukan olahraga selama 20 menit mungkin bisa membantu menjaga kemampuan memori ketika seseorang sedang mengalami kurang tidur.

Studi yang diterbitkan di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) membandingkan efek olahraga dengan tidur siang setelah seseorang mengalami kurang tidur berat. Hasilnya, keduanya memberikan manfaat yang relatif serupa terhadap kemampuan mengingat.

Olahraga vs tidur siang

Penelitian tersebut melibatkan 54 orang dewasa sehat berusia 18-35 tahun. Mereka diminta tetap terjaga selama 30 jam sebelum dibagi menjadi tiga kelompok.

Kelompok pertama melakukan olahraga bersepeda selama 20 menit dengan intensitas sedang hingga berat. Intensitas olahraga ditargetkan mencapai sekitar 80 persen dari denyut jantung maksimal.

Kelompok kedua diberi kesempatan tidur siang selama 90 menit. Sementara kelompok ketiga duduk di sepeda statis selama 20 menit tanpa melakukan olahraga.

Setelahnya, seluruh peserta diperlihatkan 150 gambar. Aktivitas otak mereka direkam menggunakan electroencephalography (EEG).

Tiga hari kemudian, setelah memiliki waktu untuk memulihkan diri dari kurang tidur, peserta kembali menjalani tes memori. Mereka diminta mengenali gambar yang sebelumnya telah dilihat di antara gambar-gambar baru.

Hasilnya, kelompok yang berolahraga mampu mengenali 56 persen gambar. Sementara kelompok yang tidur siang mencapai 57 persen dan kelompok kontrol hanya 46 persen.

Jika dibandingkan dengan kelompok kontrol, performa memori sekitar 21 persen lebih tinggi pada peserta yang berolahraga dan 23 persen lebih tinggi pada mereka yang tidur siang.

Peneliti tidak menemukan perbedaan signifikan antara manfaat olahraga dan tidur siang terhadap kemampuan memori dalam kondisi penelitian tersebut.

Bukan berarti olahraga menggantikan tidur

Meski hasilnya menarik, olahraga bukan pengganti tidur.

Dr Leana Wen, dokter dan profesor klinis di George Washington University, menjelaskan tidur dan olahraga tampaknya membantu otak melalui mekanisme yang berbeda.

Tidur siang membantu mengurangi rasa lelah dan tekanan tidur yang menumpuk akibat terjaga terlalu lama. Sementara olahraga tampaknya membantu otak memproses informasi dengan lebih efisien meski seseorang masih mengalami kurang tidur.

"Olahraga tidak dapat menggantikan tidur," tegas Wen.

Menurutnya, tidur memiliki fungsi penting bagi tubuh, termasuk mengatur sistem kekebalan dan metabolisme serta mendukung berbagai fungsi otak. Karena itu, olahraga 20 menit tidak dapat memberikan manfaat yang sama seperti tidur secara keseluruhan.

Bisa jadi 'penolong' saat terpaksa kurang tidur

Temuan ini mungkin berguna dalam situasi ketika seseorang sudah telanjur mengalami kurang tidur dan tidak memiliki kesempatan untuk tidur siang.

Misalnya, tenaga kesehatan, pekerja transportasi, atau pekerja lain yang menghadapi kondisi kerja tertentu sehingga sulit mendapatkan waktu tidur yang cukup.

Dalam kondisi seperti itu, aktivitas aerobik singkat seperti jalan cepat, naik tangga, atau bersepeda statis bisa menjadi salah satu pilihan sebelum melakukan aktivitas yang membutuhkan kemampuan belajar dan mengingat.

Namun, ada catatan penting. Hasil penelitian ini tidak berarti olahraga membuat seseorang aman untuk mengemudi atau melakukan aktivitas berbahaya ketika sedang mengalami kurang tidur berat.

Penelitian juga belum membuktikan apakah manfaat yang sama berlaku untuk kemampuan lain seperti perhatian, waktu reaksi, dan pengambilan keputusan.

Studi tersebut masih berskala kecil dan hanya melibatkan orang dewasa muda yang sehat. Peserta juga mengalami kurang tidur dalam kondisi laboratorium, yakni terjaga selama 30 jam.

Karena itu, belum diketahui apakah manfaat yang sama akan muncul pada orang yang mengalami kurang tidur kronis, orang lanjut usia, orang dengan kondisi medis tertentu, atau mereka yang melakukan jenis dan intensitas olahraga berbeda.

Wen menekankan tidur tetap menjadi prioritas. Orang dewasa sebaiknya mendapatkan setidaknya tujuh jam tidur secara rutin.

Jika tidur malam yang cukup tidak memungkinkan, tidur siang bisa membantu. Bila tidur siang juga tidak memungkinkan, olahraga aerobik singkat seperti jalan cepat atau naik tangga dapat menjadi pilihan untuk membantu kemampuan belajar dan memori.

Kafein juga dapat meningkatkan kewaspadaan dan konsentrasi untuk sementara, tetapi tidak menghilangkan dampak kurang tidur. Tetap makan secara seimbang dan cukup minum juga disarankan, sementara alkohol sebaiknya dihindari karena dapat semakin mengganggu kewaspadaan dan kemampuan mengambil keputusan.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Studi Baru Ungkap Beda Manfaat 'Quick Nap' Vs Olahraga Ringan ke Otak"