![]() |
| Foto ilustrasi: Getty Images/Olga Yastremska |
Menjaga kadar gula darah tetap stabil serta mencegah penumpukan lemak kerap menjadi tantangan, terlebih setelah mengonsumsi makanan berkalori tinggi.
Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, membagikan tips sederhana tapi ampuh yang bisa diterapkan sehari-hari, yaitu jalan kaki singkat setelah makan.
dr Yaze menjelaskan bahwa menyempatkan berjalan kaki selama 10 hingga 15 menit pasca makan, dapat membantu tubuh memanfaatkan glukosa secara langsung sehingga tidak sempat tersimpan sebagai cadangan lemak baru.
"Kalau misalnya mau bikin gula darahnya stabil, terus misalnya kayak dengan kita habis makan menyempatkan waktu jalan kaki 10 sampai 15 menit, itu si glukosanya tadi nggak sempat jadi cadangan lemak, tapi langsung dipakai otot untuk jadi energi," jelas dr Yaze dalam siaran langsung TikTok detikHealth, Kamis (24/9/2026).
Dengan membiasakan diri bergerak setelah makan, glukosa dari makanan yang baru masuk langsung dibakar dan digunakan oleh tubuh untuk proses metabolisme.
Tak Bisakah Rontokkan Lemak Lama?
Meski bermanfaat mencegah penumpukan lemak baru, dr Yaze memberikan wanti-wanti bahwa kebiasaan jalan kaki 10 menit ini tidak bisa diandalkan untuk merontokkan lemak lama, yang sudah telanjur mengendap di tubuh.
Ia menegaskan, membakar lemak lama tetap membutuhkan kombinasi olahraga teratur, pembentukan massa otot, hingga konsumsi makanan dengan pola defisit kalori. Hal yang sama juga berlaku bagi obat-obatan pemblokir lemak atau fat blocker.
"Atau misalnya minum obat yang kayak fungsinya seperti fat blocker, itu juga cuma nge-block makanan yang baru kamu makan, bukan lemak yang udah ada di tubuh kamu. Jadi lemak yang udah ada ya harus kamu olahraga, defisit kalori, habis itu pembentukan otot juga," paparnya.
Jangan Jadikan Olahraga Sebagai 'Hukuman'
Di samping itu, dr Yaze juga mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap aktivitas fisik atau olahraga sebagai bentuk 'hukuman' atas makanan yang telah dikonsumsi. Kebiasaan makan banyak lalu memaksakan diri berolahraga berat hingga berjam-jam merupakan pola pikir yang keliru.
"Tapi, bukan berarti si olahraga ini dijadiin hukuman ya. Jadi, misalnya kayak habis makan mie ayam, terus habis itu olahraga 2 jam," pungkas dr Yaze menekankan pentingnya menjaga hubungan yang sehat antara pikiran, makanan, dan olahraga.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Jangan Rebahan usai Makan, Lakukan Ini Agar Makanan Tak Numpuk Jadi Lemak"
